Milestones Yayasan Pondok Hayat
Sejarah terbentuknya Yayasan Pondok Hayat dan pelayanannya hingga hari ini
Inisiatif Awal
Berangkat dari keprihatinan karena maraknya pembunuhan melalui aborsi pada tahun 1997 yang akhirnya menimbulkan kerusakan keluarga, maka sekumpulan orang di Surabaya berinisiatif untuk menggelar Seminar Perdana agar semakin banyaj orang yang aware untuk menyikapi tindak aborsi. Inisiatif ini pula yang menginisiasi Gerakan ProLife & Transformasi di Indonesia.
Seminar Perdana
Seminar pertama digelar pada
7 April 1998 di Wisma Heritage
Jl. Basuki Rahmat, Surabaya dengan target 300 orang yang hadir. Tanpa disangka, 610 orang (key person) hadir dalam seminar satu hari tersebut.
Selanjutnya seminar-seminar terkait Aborsi mulai gencar diadakan di beberapa kota besar di wilayah pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Bali.
Kantor Pertama
Setelah seminar itu pada Mei 1998 terjadilah kerusuhan besar-besaran hampir di seluruh wilayah Indonesia dan saat itu juga terjadi pemerkosaan masal serta jatuhnya rezim Soeharto.
Hal ini juga menjadi momentum dan peneguhan untuk Gerakan ProLife (Anti Aborsi) terus bergerak untuk melayani Indonesia. Gerakan ini kemudian melahirkan Yayasan Pondok Hayat pada 20 Juni 1998 yang kegiatan operasionalnya menempati sebuah Ruko, menumpang di kantor Lembaga Pelayanan, di Jl. Kedungdoro 74-76 / B-21 Surabaya (belakang Bank Bali), denga satu orang staf saja.
Kemudian pada tahun 1999 kantor berpindah ke Raya Kupang baru 6, Surabaya, inilah kantor ke-2 Yayasan Pondok Hayat.
Rumah Singgah Sementara
Dampak dari seminar di beberapa kota muncul banyak laporan kasus kehamilan di luar nikah, oleh karena itu pada bulan November 1998 Yayasan Pondok Hayat mengontrak rumah berukuran 180 m2 (dua lantai) sebagai tempat penampungan bagi wanita-wanita hamil di luar nikah supaya mereka dapat dilayani secara holistik dan menyelamatkan bayinya dari kematian karena aborsi.
Rumah Singgah Sementara ini menjadi Rumah Singgah Pertama yang beralamat di Simpang Darmo Permai Selatan XI/42, Surabaya.
Rumah Singgah
Pada bulan April 2002 akhirnya Yayasan Pondok hayat menyewa Rumah Singgah yang lebih layak di Dukuh Kupang 6/6, Surabaya sekaligus menjadi Kantor ke-3 bagi Yayasan Pondok Hayat.
Sehingga antara Kantor dan Rumah Singgah tidak lagi berbeda lokasi.
Di tempat inilah kami melayani wanita-wanita hamil di luar nikah dan bayi-bayi yang dilahirkan hingga saat ini.
Pelayanan Sosial
Sekitar bulan November 2003 diadakan perayaan Ulang Tahun diRumah Singgah Pondok Hayat dengan mengundang warga sekitar.
Saat itu hadir banyak warga dan dari situlah kegiatan tersebut berulang dan berkembang hingga melayani berbagai segmen usia. Itulah cikal bakal adanya Pelayanan Sosial.
Dua minggu sekali masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut usia (Lansia) berkumpul bersama untuk menerima edukasi perihal nilai-nilai dalam keluarga dan ditambah dengan adanya bantuan sembako untuk membantu mereka memiliki taraf kehidupan yang layak.
Living Stones School
Juni 2007 Living Stones School hadir bagi anak-anak yang lahir di Pondok Hayat supaya mereka bisa mengikuti Pendidikan Formal mulai dari Kelompok Bermain hingga Taman Kanak-Kanak, dengan harapan setiap anak memiliki kepastian Pendidikan sehingga pada gilirannya mereka memiliki bekal untuk masa depan mereka selanjutnya.
Yayasan Pondok Hayat yakin bahwa Pendidikan dapat mentransformasi kehidupan.
Rumah Anak
Bagi Yayasan Pondok Hayat, anak-anak yatim piatu ini haruslah memiliki sebuah keluarga. Menjawab kebutuhan itu, maka hadirlah Rumah Anak pada tahun 2008 yang beralamat di Simo Gunung No. 25, Surabaya yang statusnya masih menyewa hingga sekarang.
Disebut Rumah Anak karena konsepnya adalah membesarkan dan mendidik anak-anak dalam sebuah tatanan keluarga sampai mereka mandiri, dimana di Rumah Anak tersebut ada pasangan suami-istri yang mendampingi dan mengasuh anak-anak.
Rumah Pemulihan Pondok Hayat Kupang
Dalam perjalanan pelayanan Pondok Hayat ada seseorang yang memberkati kami dengan sebidang tanah di Kupang.
Setelah sekian tahun bergumul, kami dipertemukan dengan seseorang yang membantu penuh untuk Pembangunan Gedung di atas tanah tersebut.
Sehingga atas perkenanan Tuhan, pada tanggal 29 Juni 2022 Yayasan Pondok Hayat membuka dan meresmikan
Rumah Pemulihan - Pondok Hayat Kupang, dengan alamat Jl. Sukun 1, Belo, Maulafa, Kota Kupang, NTT.
Pondok Hayat Saat ini
Puji Tuhan Pondok Hayat telah melayani selama 27 Tahun dalam pemeliharaan dan perkenanan Tuhan.
Total hingga saat ini Pondok Hayat telah membantu proses kelahiran 903 wanita dan menyelamatkan 798 bayi dari kematian.
Kami tidak dapat melakukan semuanya sendiri tanpa dukungan semua pihak. Oleh karena itu, mari bergandengan-tangan untuk terus bersama dalam Gerakan ProLife.
Milestones Yayasan Pondok Hayat
Sejarah terbentuknya Yayasan Pondok Hayat dan pelayanannya hingga hari ini
Inisiatif Awal
Berangkat dari keprihatinan karena maraknya pembunuhan melalui aborsi pada tahun 1997 yang akhirnya menimbulkan kerusakan keluarga, maka sekumpulan orang di Surabaya berinisiatif untuk menggelar Seminar Perdana agar semakin banyaj orang yang aware untuk menyikapi tindak aborsi. Inisiatif ini pula yang menginisiasi Gerakan ProLife & Transformasi di Indonesia.
Seminar Perdana
Seminar pertama digelar pada 7 April 1998 di Wisma Heritage Jl. Basuki Rahmat, Surabaya dengan target 300 orang yang hadir.
Tanpa disangka, 610 orang (key person) hadir dalam seminar satu hari tersebut.
Selanjutnya seminar-seminar terkait Aborsi mulai gencar diadakan di beberapa kota besar di wilayah pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Bali.
Kantor Pertama
Setelah seminar itu pada Mei 1998 terjadilah kerusuhan besar-besaran hampir di seluruh wilayah Indonesia
dan saat itu juga terjadi pemerkosaan masal serta jatuhnya rezim Soeharto.
Hal ini juga menjadi momentum dan peneguhan untuk Gerakan ProLife (Anti Aborsi) terus bergerak untuk melayani Indonesia.
Gerakan ini kemudian melahirkan Yayasan Pondok Hayat pada 20 Juni 1998 yang kegiatan operasionalnya menempati sebuah Ruko, menumpang di kantor Lembaga Pelayanan, di Jl. Kedungdoro 74-76 / B-21 Surabaya (belakang Bank Bali), denga satu orang staf saja. Kemudian pada tahun 1999 kantor berpindah ke Raya Kupang baru 6, Surabaya, inilah kantor ke-2 Yayasan Pondok Hayat.
Rumah Singgah Sementara
Dampak dari seminar di beberapa kota muncul banyak laporan kasus kehamilan di luar nikah, oleh karena itu pada bulan November 1998 Yayasan Pondok Hayat mengontrak rumah berukuran 180 m2 (dua lantai) sebagai tempat penampungan bagi wanita-wanita hamil di luar nikah supaya mereka dapat dilayani secara holistik dan menyelamatkan bayinya dari kematian karena aborsi.
Rumah Singgah Sementara ini menjadi Rumah Singgah Pertama yang beralamat di Simpang Darmo Permai Selatan XI/42, Surabaya.
Rumah Singgah
Pada bulan April 2002 akhirnya Yayasan Pondok hayat menyewa Rumah Singgah yang lebih layak di Dukuh Kupang 6/6, Surabaya sekaligus menjadi Kantor ke-3 bagi Yayasan Pondok Hayat.
Sehingga antara Kantor dan Rumah Singgah tidak lagi berbeda lokasi.
Di tempat inilah kami melayani wanita-wanita hamil di luar nikah dan bayi-bayi yang dilahirkan hingga saat ini.
Pelayanan Sosial
Sekitar bulan November 2003 diadakan perayaan Ulang Tahun diRumah Singgah Pondok Hayat dengan mengundang warga sekitar.
Saat itu hadir banyak warga dan dari situlah kegiatan tersebut berulang dan berkembang hingga melayani berbagai segmen usia. Itulah cikal bakal adanya Pelayanan Sosial.
Dua minggu sekali masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut usia (Lansia) berkumpul bersama untuk menerima edukasi perihal nilai-nilai dalam keluarga dan ditambah dengan adanya bantuan sembako untuk membantu mereka memiliki taraf kehidupan yang layak.
Living Stones School
Juni 2007 Living Stones School hadir bagi anak-anak yang lahir di Pondok Hayat supaya mereka bisa mengikuti Pendidikan Formal mulai dari Kelompok Bermain hingga Taman Kanak-Kanak, dengan harapan setiap anak memiliki kepastian Pendidikan sehingga pada gilirannya mereka memiliki bekal untuk masa depan mereka selanjutnya.
Yayasan Pondok Hayat yakin bahwa Pendidikan dapat mentransformasi kehidupan.
Rumah Anak
Bagi Yayasan Pondok Hayat, anak-anak yatim piatu ini haruslah memiliki sebuah keluarga. Menjawab kebutuhan itu, maka hadirlah Rumah Anak pada tahun 2008 yang beralamat di Simo Gunung No. 25, Surabaya yang statusnya masih menyewa hingga sekarang.
Disebut Rumah Anak karena konsepnya adalah membesarkan dan mendidik anak-anak dalam sebuah tatanan keluarga sampai mereka mandiri, dimana di Rumah Anak tersebut ada pasangan suami-istri yang mendampingi dan mengasuh anak-anak.
Rumah Pemulihan Pondok Hayat Kupang
Dalam perjalanan pelayanan Pondok Hayat ada seseorang yang memberkati kami dengan sebidang tanah di Kupang.
Setelah sekian tahun bergumul, kami dipertemukan dengan seseorang yang membantu penuh untuk Pembangunan Gedung di atas tanah tersebut.
Sehingga atas perkenanan Tuhan, pada tanggal 29 Juni 2022 Yayasan Pondok Hayat membuka dan meresmikan
Rumah Pemulihan - Pondok Hayat Kupang, dengan alamat Jl. Sukun 1, Belo, Maulafa, Kota Kupang, NTT.
Pondok Hayat Saat ini
Puji Tuhan Pondok Hayat telah melayani selama 27 Tahun dalam pemeliharaan dan perkenanan Tuhan.
Total hingga saat ini Pondok Hayat telah membantu proses kelahiran 903 wanita dan menyelamatkan 798 bayi dari kematian.
Kami tidak dapat melakukan semuanya sendiri tanpa dukungan semua pihak. Oleh karena itu, mari bergandengan-tangan untuk terus bersama dalam Gerakan ProLife.
Visi
Mengubah dan meningkatkan kualitas kehidupan para wanita yang hamil diluar nikah, keluarga, dan komunitas dengan anugerah Tuhan.
Misi
Menghentikan Pembunuhan
Meningkatkan kesadaran bahwa aborsi adalah pembunuhan dan menguatkan pemahaman akan nilai kehidupan.
Melayani Jiwa
Melaksanakan pelayanan holistik untuk pemulihan wanita yang hamil di luar nikah dan keluarganya serta mempersiapkan anak-anak untuk menemukan dan memenuhi penetapan Tuhan, serta melayani masyarakat dengan kasih Tuhan.
Menjadi Agen Kehidupan
Menjadi agen Transformasi dengan melakukan gerakan Pro-Life dan untuk menayatakan kebenaran yang akan membawa kebebasan bagi semua.

Staf Manajemen
Kami adalah Tim yang terdiri dari 37 staf dengan berbagai tanggung jawab, mulai dari staf manajemen, operasional, keamanan, perawat, guru dan sukarelawan.
Beberapa staf kami juga berperan sebagai koordinator sosial, pelayan kegiatan spiritual dan konselor.
Bayu Pujianto, S.Kom
Pengawas
drg. Ariel Vincent Widjaja
Pengawas
Dr. Ir. Lanny Liman Sepoetro
Mentor
dr. Daniel Stephen Widjaja
Mentor
Dr. Ir. Monica Niniek Surjani Subagio, M.Th
Ketua Yayasan
Liana Christanty, S.Th
Sekretaris Yayasan
Revy Kumala Sari, S.H., M.Kn
Bendahara Yayasan